Mempererat Tali Silahturahmi Keanekaragaman Suku, STIE JB Adakan Karnaval Budaya

Mempererat Tali Silahturahmi Keanekaragaman Suku, STIE JB Adakan Karnaval Budaya Diupload pada 2019-10-10

STIE JB – Demi menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat antar suku bangsa yang ada di seluruh negeri ini dan upaya menjaga situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Mimika secara khusus dan Papua umumnya, keluarga besar STIE Jambatan Bulan. Sabtu (28/9/2019) menggelar karnaval budaya dengan menggusung tema “AKU KAMU KITA PAPUA”. Karnaval budaya ini diikuti oleh seluruh Mahasiswa, dosen dan staff pegawai yang tergabung dalam keluarga besar Civitas Akademika STIE Jambatan Bulan dengan menggunakan pakaian adat dari masing – masing daerah. Saat ditanyakan diruang kerjanya, ketua STIE Jambatan Bulan Bapak Tharsisius Pabendon, S.E.,M.M mengatakan bahwa tujuan dari karnaval budaya ini ialah “untuk menyadarkan mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia itu sungguh merupakan suatu berkat dan rahmat dari Tuhan dan tidak hanya merupakan berkat yang luar biasa tetapi juga sebagai identitas bangsa, maka hal itu harus dipelihara menjadi kekuatan kita untuk membangun kesatuan dan persatuan itu yang harus terus menerus di pupuk. Kalau tidak demikian maka justru perbedaan itu akan memperlebar atau membangun perpecahan di antara kita, padahal sebenarnya hakekat dari sebuah nusantara adalah memang dibangun dari berbagai macam perbedaan, perbedaan – perbedaan itu menuju kepada suatu titik dan titik itulah menjadi sebuah Negara Republik Indonesia”. Lanjutnya, “Selain itu memang tujuan pendampingnya adalah memperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat tentang bagaimana proses pendidikan di STIE Jambatan Bulan diselenggarakan bahwa di STIE JB itu tidak hanya membangun mahasiswa dari sisi konektif tetapi juga dari sisi hal – hal yang terkait dengan kepedulian - pedulian yang berguna bagi perkembangan bangsa Indonesia”. Ujarnya Harapannya, “Mudah – mudahan kegiatan ini bisa menjadi salah satu kegiatan regular di STIE JB sehingga ditahun depan bisa diselenggarakan kembali, jadi banyak sekali hal - hal yang dibangun dalam kegiatan ini termasuk manajemen, bagaimana mahasiswa itu membangun timnya untuk mempersiapkan turun kejalan, bagaimana mereka itu saling mendukung bekerjasama dalam tim untuk mencari dukungan dana, dukungan peralatan, dan lain sbb.Semua itu sebagian dari pembelajaran dan yang paling penting bahwa mereka semakin sadar bahwa mereka bisa membangun keakraban yang sejati dalam perbedaan, karena memang begitulah persatuan dan keakraban dan cinta sejati hanya bisa dibangun dalam perbedaan serta hanya ditemukan dalam perbedaan”. Jelasnya Selain itu kegiatan karnaval budaya ini juga sekaligus menyongsong peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Tanggal 1 Oktober 2019 mendatang. Yang merupakan salah satu momen yang melepaskan Negara Indonesia dari pemberotakan G30S/PKI yang menewaskan para jendral terbaik di Indonesia. Pada dasarnya untuk memperkokoh peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Mahasiswa, dosen dan staff pegawai yang tergabung dalam keluarga besar STIE Jambatan Bulan melakukan long march, berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda empat. Dengan menggunakan pakai adat mulai dari Papua, Sulawesi, Maluku,Jawa hingga Sumatra dan ornamen – ornamen yang menghiasi pada kendaraannya mengelilingi Timika star dari kampus menuju jalan hasanuddin, Jalan Budi Utomo, Jalan Belibis, lanjut ke Jalan Yosudarso dan kembali ke Jalan Hasanuddin, finis di kampus STIE JB. Sepanjang perjalanan para peserta dari masing – masing daerah menampilkan tarian tradisionalnya. (Irw.uppjii)


Strengthening Relationship the Tribal Diversity, STIE JB Holds a Cultural Carnival Posted on 2019-10-10

STIE JB – for grow a strong sense of brotherhood among ethnic groups throughout the country and efforts to maintain a safe and conducive situation in Mimika Regency in particular and Papua in general, the extended family of STIE Jambatan Bulan. On Saturday 28th September 2019 held a cultural carnival with the theme "I,YOU and we are PAPUA". This cultural carnival was attended by all of students, lecturers and staff who were members of the extended family of the STIE Jambatan Bulan Civitas Academica using traditional costume from each region. When asked in his office The head of STIE Jambatan Bulan Mr. Tharsisius Pabendon, SE, MM said that the purpose of this cultural carnival was "to make students and all elements of society aware that the diversity that Indonesia has is truly a mercies and a blessing from God and is not only a matter of extraordinary blessing but also as the nation's identity, then it must be nurtured to be our strength to build unity and contingent that must be continuously fertilized. If not, the difference will actually widen or develop divisions between us, when in fact the essence of an archipelago is indeed built from various kinds of differences, those differences lead to a point and that point becomes a State of the Republic of Indonesia ". He continued, "In addition to the purpose of accompanying him, is to introduce a wider range of social issues about how the education process at STIE Jambatan Bulan held that at STIE JB, we should not only build a student-based tradition that is effective but also from issues related to the cares of the people of Indonesia. He said The hope was, "Hopefully this activity can become one of the regular activities at STIE JB so that next year it can be held again, so there are a lot of things built in this activity including management, how the students build their teams to prepare for going down the road, how they it supports each other working together in teams to find financial support, equipment support, and so on. All of that is part of learning and most importantly that they are increasingly aware that they can build true intimacy in diversity, because that is indeed the unity and familiarity and true love can only be built in difference and only found in difference ". He explained Besides this cultural carnival activities also at the same time to welcome the commemoration of the Pancasila Worship Day which falls on October 1st, 2019. Which was one of the moments that released the State of Indonesia from the G30S / PKI rebellion which killed the best generals in Indonesia. Basically to strengthen the role of Pancasila as the basis of the state and the nation's life view. Students, lecturers and staff who are members of the extended family of STIE Jambatan Bulan do long march, walk or use four-wheeled vehicles. By using custom wear from Papua, Sulawesi, Maluku, Java to Sumatra and ornaments that adorn the vehicle around Timika start from campus to Hasanuddin street, Budi Utomo street, Belibis street, continue to Yosudarso street and back to Hasanuddin street, finish in the campus STIE JB. Along the way the participants from each region performed their traditional dances. (Sofyan)


Dokumentasi Kegiatan

Agenda Kegiatan

Belum ada agenda untuk beberapa waktu kedepan