Tax Go To Campus STIE JB, Kali Ini Di Gelar Via Daring: Peran Pajak Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pasca Pandemi Covid-19

Tax Go To Campus STIE JB, Kali Ini Di Gelar Via Daring: Peran Pajak Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pasca Pandemi Covid-19 Diupload pada 2020-11-26

- Timika, STIE JB News – Kamis, 19 November 2020, Tax Center STIE Jambatan Bulan bekerja sama dengan KPP Pratama Timika melaksanakan Tax Goes To Campus. Acara ini dilaksanakan secara daring, dengan mengangkat tema “Peran Pajak Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pasca Pandemi Covid-19. Tax Goes To Campus ini merupakan salah satu program Direktorat Jendral Pajak yang berkerja sama dengan perguruan tinggi di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya adalah STIE Jambatan Bulan melalui Tax Center STIE JB. Acara ini dibuka oleh kepala KPP Pratama Timika yaitu Bapak Tirta Bastoni. Dalam sambutannya beliau memberikan appresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak STIE Jambatan Bulan yang senantiasa memberikan kesempatan dan memberikan waktu kepada KPP Pratama Timika untuk dapat terus berkerja sama, yang kali ini kembali mengadakan Tax Goes To Campus (TGTC) meskipun dalam suana yang sangat berbeda dalam situasi new normal. Antusiasme mahasiswa dalam acara ini menunjukan bahwa kita semua mampu beradaptasi dengan perkembangan tuntutan jaman khususnya dalam masa pandemi Covid-19, Meskipun kondisinya yang sangat berbeda apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Tirta berharap, ini tidak mengurangi makna dan tujuan yang ingin dicapai dari adanya TGTC ini yaitu untuk memberikan Awareness kepada kita, khususnya pada para mahasiswa yang ke depannya akan menjadi wajib pajak dan pembayar pajak. Oleh karena itu, ini menjadi sangat penting bagi kita untuk terus mengingatkan dan berbagi kepada teman-teman semua”. Lanjut Tirta “Kami menganggap ini menjadi suatu cara yang sangat penting dan relavan apabila kita dapat terus mengadakan acara ini kembali di kampus STIE JB, karena memang nanti teman-teman akan melihat bahwa dalam situasi pandemi ini pajak tidak hanya berperan sebagai mesin penerimaan atau pendapatan negara. Jadi untuk mengingatkan sedikit kepada teman-teman bahwa sesuai dengan APBN perubahan di Tahun 2020 ini, dari pendapatan negara yang direncanakan sebesar 1.760 trilliun, kurang lebih 70% nya bersumber dari penerimaan pajak yang dikelola oleh Direktorat Jendral Pajak. Dalam hal Ini, fungsi pajak sebagai fungsi Budgeter. Tapi apakah dalam pandemi ini kita hanya berorentasi pada menggejot penerimaan negara? Tidak, nanti ini akan di uraikan oleh teman-teman KPP Pratama. Pajak dalam situasi pandemi, dalam situasi kontraksi ekonomi saat ini tidak hanya berperan sebagai sumber penerimaan tetapi juga berperan sebagai stimulus”. Pada kesempatan yang sama ketua STIE Jambatan Bulan Tharsisius Pabendon dalam sambutannya mengatakan “Ini menujukan kerja sama yang luar biasa antara dunia praktisi pelaku kebijakan perpajakan itu sendiri dengan dunia pendidikan. Mudah-mudahan kerja sama ini semakin baik dari hari ke hari dan memiliki kontribusi yang besar bagi pembangunan negara kita, pembangunan generasi muda kita yang tak lain adalah para mahasiswa yang merupakan calon-calon pengisi pembangunan dan calon-calon wajib pajak produktif”. Lanjut ketua STIE, “Saya sangat mengapresiasikan mahasiswa/i yang ikut melalui zoom meeting ini, itu menunjukan bahwa pemuda kita sudah sadar mengenai pendidikan, khususnya pendidikan perpajakan. Sebenarnya dalam situasi yang normal mungkin lebih banyak lagi peserta, tetapi karena kondisi sekarang ini sehingga pesertanya agak terhambat dalam berbagai hal”. Ketua STIE JB juga menjelaskan, kenapa pajak itu penting. Seperti yang disampaikan oleh pak Tirta bahwa pajak adalah sumber pendapatan utama bagi negara kita, 70% pendapatan negara kita berasal dari pajak artinya pajak sungguh-sungguh menjadi sangat strategis dalam kehidupan bernegara kita. Bisa dibayangkan kalau pendapatan negara kita tanpa pajak, maka pastilah semua proses bernegara akan macet dan tidak akan terjadi proses perencanaan pembangunan, karena perencanaan pembangunan hanya bisa dibuat kalau jelas sumber pendanaannya, ini harus disadari dan diketahui dengan baik oleh para mahasiswa,” ujarnya. “Melalui kuliah yang sangat berharga ini, saya berharap mahasiswa tidak hanya mendapat pengetahuan mengenai pajak tetapi juga memberikan penyadaran yang sungguh mengenai pentingnya sadar pajak. Maka kalau lebih dari 300 mahasiswa ini menjadi utusan-utusan sadar pajak ditengah-tengah masyarkat tentunya ini menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi kita semua dan saya harap itu yang terjadi. Setelah mengikuti kuliah online ini, saya berharap para mahasiswa kembali kepada masyarakat, memberikan pendidikan ditengah-tengah masyarakat, memberikan kesadaran ditengah-tengah masyarakat mengenai pentingnya sadar wajib pajak,” tambahnya. Selain itu, Direktur Tax Center Bapak Yahya Nusa, di akhir acara mengatakan bahwa kegiatan ini sebenarnya tujuannya adalah edukasi kepada mahasiswa, tentang penting pajak. Dalam hal ini untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini, sehingga di adakan Tax Goes To Campus. Diharapakan mahasiswa yang ikut ini mereka menjadi duta-duta pajak kedepan artinya merekalah yang akan mempromosikan dan mengedukasi masyarakat bahwa pentingnya pajak itu terhadap negara.


Posted on 2020-11-26


Dokumentasi Kegiatan

Agenda Kegiatan

Belum ada agenda untuk beberapa waktu kedepan